Indonesia Mengantarmu Pulang

Aku terbisu….
Melihat ribuan pelayat pengantar…
Onye….

Mereka berulos
Mereka berjilbab
Mereka berjas penghormatan
Mereka berpeci, bertopi haji
Mereka hitam
Mereka putih sipit
Mereka menangkupkan tangan

Khidmat,
Mereka membuat tanda salib….
Mereka menengadahkan tangan….

Kornel….
Aku takjub, melihat mereka yang mengantarmu…
Mereka adalah Indonesia yang kau impikan…

Aku tak ingin menangis hari ini
Aku, Sahat, dan Jeffrey (sahabat kesayanganmu) tadi malam berjanji
Tidak ada lagi air mata…

Namun aku gagal…
Kembali air mata menetes….
Bukan karena sedih…
Sobatku, bukan karena sedih

Tapi karena haru….
Bangga melihat cinta orang-orang yang mengantarmu hari ini…
Merekalah refleksi cintamu pada mereka…

Seorang Pendeta Buddha dari forum lintas agama
Kulihat di sudut terisak dalam tangan yang memeluk tasbihnya…

Aku melihat saudara-saudara Tionghoaku
Mendoakan dalam tunduk yang dalam

Aku terkejut melihat sahabat-sahabat Muslim
Yang demikian tulus mengantar…

Andai kita bisa melihat Tuhan tersenyum
Berjajar malaikat menjemput ruh yang demikian murni dan lembut
Penuh cahaya cinta… Inilah Indonesia yang sejati
Di mana Tuhan menitipkan cintaNya yang paling rahasia
Di hati manusia-manusia sederhana yang penuh kasih….

Disinilah aku berurai air mata
Bersisian dengan sahabat-sahabat Onye
Berikrar….

Aku bertekad akan meneruskan semangat dan perjuanganmu…
Aku berjanji…
Aku berjanji…

Maafkan air mataku sahabat….
Pulanglah ke pelukan Tuhan yang tak sabar menantimu… Ingin memelukmu…
Pulanglah sayang….
Sahabat sayang…..

Illon,
TPU Pandu, Bandung
24 Mei 2012

Bang Onye Menerima Siapapun Apa Adanya

“… namun saya menerima Tommy apa adanya …”

Simple yet powerful, dua kata tersebut yang bisa saya gunakan untuk menggambarkan bagaimana dahsyatnya kekuatan dari “menerima seseorang apa adanya” berdasarkan pengalaman saya bersama Alm. Kornel Sihombing atau bisa dipanggil Onye.

Simple, karena kita bisa mengatakannya dengan mudah kepada orang lain, pacar kita, atau siapapun yang kita kasihi. Powerful, karena begitu dilakukan dan ditunjukkan, kehidupan seseorang bisa berubah dengan drastisnya, bahkan 180 derajat. Ya, selama saya kenal Bang Onye hampir 10 tahun, ternyata dia mampu menerima saya apa adanya.

Penerimaan dia bukan hanya sekedar omongan belaka. Dia membuktikan penerimaannya dengan perbuatan. Melalui proses ini dia telah menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang efektif. Menerima saya apa adanya, dan kemudian mempengaruhi saya dengan hal-hal yang positif.

Inilah yang saya ingin ceritakan, proses kepemimpinan yang efektif yang saya alami bersama Bang Onye sampai akhir hayatnya; menerima apa adanya, mengenal kelebihan dan kelemahan, serta mengajak untuk berkembang sambil membantu memenuhi kebutuhan orang yang dipimpin.

Kornel M. Sihombing, seorang profesional yang sangat menjiwai pekerjaannya sebagai panggilan Tuhan dan memiliki peran yang penting di PT DI, kepala rumah tangga yang sangat mengasihi istri dan kedua anaknya, dan aktivis yang memiliki peran vital, terutama dalam pengembangan pemuda di gereja. Dia juga terlibat aktif dalam forum kerukunan umat beragama.

Bang Onye mampu masuk ke dalam lingkungan yang berbeda dengan tantangan yang beragam, tetapi ajaibnya dia berhasil masuk ke dalam lingkungan yang berbeda tersebut. Bukan hanya masuk tetapi mampu mempengaruhi dan bahkan tidak sedikit hidup orang diubahkan olehnya.

Mungkin Anda dan saya bertanya, “Kok bisa ya?” Menurut saya, yang paling mendasar, dia mampu menerima manusia di sekitarnya apa adanya. Bahkan, manusia yang paling aneh sekalipun dari kacamata orang lain, seorang Bang Onye mampu melihat dari sudut pandang yang berbeda dan menunjukkan kemampuan dalam menerima orang lain dalam kondisinya sendiri.

Ya, menerima apa adanya, dan artinya dia jarang sekali merasa bahwa dia lebih baik dari orang lain. Bahkan kondisi ini seringkali mendorong Bang Onye untuk mau belajar dari kondisi orang lain. Bang Onye selalu sadar dan mengajarkan bahwa dia tidak pernah sempurna, oleh karena itu dia selalu berusaha untuk bertumbuh untuk menjadi sempurna sama seperti Penciptanya yang adalah sempurna.

Dalam ketidaksempurnaan seorang Bang Onye dan motivasi yang kuat untuk terus bertumbuh, dia tidak pernah sekalipun menghakimi orang lain dalam kelemahan mereka. Dia justru mampu melihat bahkan membantu orang lain, untuk melihat kelebihan mereka serta mengembangkan diri.

Inilah alasan utama kenapa banyak orang mengagumi beliau dan tanpa disadari menjadi pengikutnya juga, karena mereka dan saya diterima oleh beliau atas apa adanya diri kami, sembari menunjukkan kepada kami bahwa dia juga sama seperti manusia yang lain, tidak sempurna dengan segala kekuatan dan kelemahan yang dia miliki sebagai seorang manusia.

Pertanyaannya, tidak banyak pribadi seperti ini bukan? Ada berapa banyak orang yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita dengan karakter unggul seperti ini? Mungkin masih bisa dihitung dengan jari kita dan ternyata, manusia-manusia seperti Kornel Sihombing lah yang kita butuhkan untuk mengatasi masalah sosial yang terjadi di negara kita ini.

Kenapa kasus-kasus terhadap kaum minoritas yang sampai mengakibatkan kehilangan nyawa manusia lain masih terjadi di negara ini, hanya karena tidak setuju dengan kaum tertentu? Jawabannya hanya satu, karena kita belum bisa menerima orang lain dengan apa adanya mereka.

Kebanyakan orang-orang yang memegang peranan penting di negara ini, yang sering kita sebut pemimpin, masih memiliki paradigma atau cara pandang yang belum bisa melihat manusia sebagai makhluk yang setara. Sebuah pekerjaan rumah yang perlu kita selesaikan bersama demi kemajuan bangsa.

Saya sangat yakin kita bisa melakukannya, karena Kornel M. Sihombing sudah lebih dulu membuktikan bahwa dia bisa. Kalau kita ingin melihat bangsa ini maju, tentu perubahan tersebut harus dimulai dari diri kita sendiri dan di lingkungan sekitar. Mari bangun diri kita menjadi calon-calon pemimpin bangsa ini dengan memiliki mental dan cara pandang positif.

Terima kasih Kornel M. Sihombing. Secara fisik engkau telah tiada, tetapi hidup serta ajaranmu akan menjadi warisan yang sangat berharga dan akan selalu diceritakan kepada generasi berikutnya. Grace and Serve!

| Albert Tommy |