Memori Jendral Jeanne Mandagi

Sewaktu kecil, Kornel bersama orang tuannya tinggal bertetangga dengan kami  Jack dan Jeanne Mandagi, di  kompleks  Brimob di Tantui – Ambon, waktu itu Kornel masih berumur sekitar 5 tahun belum sekolah.

Dia sering datang main di rumah kami, dan juga suka bermain-main  dengan Oma, dia anak yang sangat baik dan sopan. Kornel kecil seringkali disuruh mamanya meminjam korek api untuk nyalakan kompor di rumah mereka

Hubungan keluarga Mandagi dan Sihombing sangat dekat. Kornel waktu kecil dipanggil Ucok, baru kemudian dipanggil Onye.

Dan karena dia sangat disayang oleh keluarga kami, dan karena hubungan baik antara kedua keluarga maka Ucok kecil diberi nama Kornel Mandagi Sihombing

Singkatnya hampir setiap hari Ucok berada di rumah kami  karena selain bertetangga, Ucok sudah kami anggap anak kami sendiri.

Kemudian keluarga Sihombing pindah, dan kami juga pindah ke Jakarta.  Semenjak itu kita jarang ketemu karena kesibukan masing-masing.

Namun pada waktu Kornel diwisuda dan lulus dari ITB, kami diundang dan saya turut menghadiri wisuda tersebut dengan perasaan yang sangat bangga.

Tragedi pesawat Sukhoi ini sangat memukul perasaan kami, sangat menyedihkan bagi saya pribadi.

Kami berdoa semoga Tuhan menerima Kornel di surga sesuai amal baktinya dan diberikan ampunan segala kesalahannya.

Dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga  diberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan.

(Dari: Jendral Jeanne Mandagi, seperti yang dituturkannya pada Davy Sumolang (TA’82), keponakan kandungnya, yang kebetulan adalah salah seorang sahabat Onye juga).

—————————